Artikel

Sesudah dan Sebelum Mengenal FDC UNHAS

Perkenalkan nama saya Nuriah Wulandari saya akan menceritakan tentang pengalaman saya selama di FDC Unhas mulai dari pengenalan ukm sampai menjadi anggota muda. Awal mula saya mulai tahu ukm ini pada saat kegiatan pengaderan tahap pertama kemapi yaitu Arowana dimana pada saat itu kami dibentuk beberapa kelompok dan diminta untuk mendatangi setiap UKM dan KMP yang ada dilingkup perikanan, dan pada saat saya dan kelompok tiba diposko FDC saya melihat berbagai peralatan yang digunakan untuk menyelam, awalnya saya heran dengan orang-orang yang masuk di UKM ini karena menurut saya menyelam adalah salah satu olahraga yang sangat berbahaya dan beresiko, tapi lama kelamaan saya mulai penasaran dengan yang namanya menyelam.
Tiba pada saat pembukaan penerimaan calon anggota muda FDC saya mulai tertarik dan mencoba untuk mengambil formulir. Setelah pengembalian formulir kemudian dilakukan technical Meeting, dimana semua agenda kegiatan penerimaan disampaikan mulai dari tes wawacara, latihan kolam dilakukan rutin 3 kali seminggu, mengikuti materi sekali seminggu, LPT (Latihan Perairan Terbuka), wawancara sampai pada diksar.

Proses penerimaan dimulai pada akhir September sampai pada bulan desember, dimana hampir 3 bulan kami menjalankan hasil kesepakatan dari Technical Meeting, banyak suka maupun duka yang dijalani, mulai dari latihan kolam yang menuntut untuk harus bisa, kulit yang mulai menghitam karena terbakar oleh matahari, sampai pada saat saya merasa lelah, jenuh dan sempat berfikir untuk mengundurkan diri, tapi mengingat pengorbanan, waktu, tenaga dan kulit yang terlanjur hitam membuat saya tetap semangat dan akhirnya sampai pada pengukuhan anggota muda.

Setelah menjadi anggota muda tidak membuat saya berhenti berproses, disini saya banyak mendapat pengetahuan, karena setiap malamnya dilakukan materi tentang pengambilan data baik itu data lamun, terumbu karang, ikan,megabentos, oseanografi maupun sosial budaya, mendapat pengalaman yang baru dan berbeda dengan orang lain yaitu menyelam serta kebersamaan yang terjalin dengan senior-senior sangat baik. Dan ternyata ketakutan dan pemikiranku terhadap UKM ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya.

Nuriah Wulandari
011.XVI.AM.220