Artikel

Lamun untuk Dugong

Lamun atau seagrass  merupakan salah satu tumbuhan tingkat tinggi dan berbunga  yang tumbuh membentuk padang rumput sehingga disebut juga padang lamun di dasar perairan dangkal. Keberadaan bunga pada lamun sebagai pembeda dengan jenis tumbuhan laut seperti rumput laut.  Komunitas lamun berada di antara batas terendah daerah pasang surut sampai kedalaman tertentu dimana cahaya matahari masih dapat mencapai dasar laut.

Sumber Foto : Mongabay by Keith Elienbogen@iLCP

Padang lamun memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, kehidupan hewan laut dan dapat dijadikan sebagai ekosistem yang menunjang keberlangsungan sumber daya perikanan di Indonesia. Selain itu, padang lamun juga berfungsi sebagai penahan gelombang, menangkap dan menstabilkan sedimen sehingga air menjadi lebih jernih dan mampu mengurangi laju pertumbuhan iklim dengan menyerap lebih dari dua kali jumlah seluruh karbondioksida.

Di dunia lamun telah teridentifikasi sebanyak 60 jenis lamun, 13 diantaranya ditemukan di Indonesia. Dengan banyaknya jenis lamun yang ditemukan di Indonesia, tidak dipungkiri lamun tersebut juga kian terancam dan tergolong kurang sehat. Beberpa dari ancaman tersebut justru karena faktor manusia yang bersifat merusak lingkungan seperti tumpahan minyak yang tak kunjung berhenti, pembuangan limbah cair ke sungai, pembuangan sampah plastik kelaut dan sebagainya.Karena dalam hal ini, sebagian masyarakat Indonesia belum banyak mengetahui tentang lamun. Padahal melihat dari fungsi lamun itu sendiri, bisa dbayangkan bagaimana ketika lamun tersebut tidak ada di lautan bebas.

Sampah mengendap di padang lamun Pulau Pari. Sumber foto : Environmental Jurnalism

Dalam hal ini kita sebagai manusia perlu meningkatan kesadaran kita mengenai lamun yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan kita sendiri maupun hewan laut seperti dugong. Kerusakan padang lamun di Indonesia sangat berkaitan dengan kepunahan dugong atau yang biasa dikenal dengan ikan duyung yang merupakan mamalia laut yang saat ini dalam status dilindungi. Kepunahan dugong dapat dilihat nyata karena dugong memiliki reproduksi alami yang sangat lambat. Untuk melahirkan satu anak, dugong dewasa harus berumur 10 tahun dan 4 bulan. Selain itu, jarak lahir antaranak dugong mencapai 2,5-5 tahun.

Dengan melihat lambatnya reproduksi pada dugong tersebut dan kurang sehatnya kondisi habitatnya yang dijadikan sebagai sumber makanan, populasi dugong ini secara perlahan akan menurun dan jika tidak diselamatkan akan terjadi kepunahan.

Penemuan bangkai pada Kamis, 6 September 2018 di Pulau Rupat Utara. Foto by : M. Syukur

Berbagai pemulihan bagi lamun yang dapat dilakukan juga seperti konservasi. Salah satu kegiatan konservasi yang dimaksud adalah penanaman langsung tunas lamun yang telah dibiakkan di laboratorium. Dengan kegiatan konservasi tersebut diharapkan lamun tersebut dapat mengeluarkan biji sendiri sehingga membuat padang lamun yang baru. Selain itu hal kecil yang dapat kita lakukan adalah dengan menjaga antai dan laut bebas dari sampah, tidak melakukaan penambangan di dekat padang lamun, tidak membuah limbah ke laut dan yang terpenting ikut mendukung peraturan di daerah masing-masing tentang konservasi lamun. Dengan menjaga padang lamun juga diharapkan populasi dugong tersebut akan meningkat.

Mari kita sama-sama menjaga padang lamun. Karena ketika lamun punah, ekosistem pun musnah.

 

A. Desiah Pradilia (011.XV.AM.2017)