Artikel

Eksploitasi Berlebihan, Mengancam Keberadaan Bambu Laut

Indonesia merupakan negara yang menyimpan berbagai keindahan alam, baik itu di darat maupun di lautan. Selain terkenal dengan keindahan alamnya, ragam fauna eksotis juga menjadi daya tarik negara ini, salah satunya adalah Bambu laut. Keanekaragaman habitat perairan laut Indonesia telah menjadi tempat hidup bambu laut yang ada di dunia. Ini di karenakan Indonesia memiliki peran konstribusi nyata terhadap pembangunan nasional di bidang pembangunan. Tapi dengan melihat kondisi sekarang di Indonesia semakin hari kian parah, kondisi tersebut secara langsung telah mengancam kehidupan bawah laut. Salah satau yang mendapat ancaman dan terancam punah yaitu bambu laut.

       Isis hippuris atau yang lebih di kenal bambu laut merupakan salah satu jenis Octocorallia atau karang lunak yang hidup di perairan tropis indo-pasifik. di Indonesia jenis ini mendominasi di perairan bagian timur terutama perairan Sulawesi, NTT, Maluku dan papua. bambu laut mengarungi lautan sejauh mungkin, dengan memancarkan warna yang sangat menarik di bawah laut adapun warna unik yang di pancarkan oleh bambu laut berwarna keemasan, kuning terang, kehijau hijauan dan coklat. tak kalah hebatnya bambu laut ini menjaga kesinambungan ekosistem terumbu karang dan menjadi bagian sumberdaya ikan.

Source: Google

Namun, sayangnya bambu laut telah lama mengalami penurunan populasi, ini di sebabkan karena bambu laut menjadi sasaran perburuan manusia. Alasan utama perburuan bambu laut ini, karena memilki nilai ekonomis yang cukup menguntungkan. Karena manfaat dari bambu laut itu sendiri adalah sebagai obat tradisional dan produk cindera mata . Maka Saat ini bambu laut banyak diburu dan diperdagangkan oleh masyarakat, perdagangan ini sudah melesat sampai ke Eropa, Amerika, dan sebagian Asia dan untuk permintaan pasar terbesar adalah dari Cina dan memilik harga yang tinggi.

Selain berperan di ranah sosial dan ekonomi, Bambu laut juga merupakan salah satu faktor keindahan bawah laut. Tetapi untuk saat ini pemanfaatannya sudah berlebihan sehingga membahayakan ekosistem khususnya terumbu karang. Hal ini disebut merusak karena metode pengambilannya yang tidak ramah lingkungan seperti mencungkil bambu laut dengan linggis atau di cabut sehingga menyebabkan satu koloni terangkat, padahal untuk pengambilan bambu laut ini hanya sebagian kecil saja yang di manfaatkan dan laku di jual, bagian lainnya di buang dan umumnya mengalami kematian.

Melihat faktor – faktor penyebab menurunnya populasi bambu laut , masyarakat perlu menimbulkan rasa sadar untuk melestarikan kembali populasi  bambu laut agar masih dapat di lihat secara nyata oleh generasi – genarasi selanjutnya. Karena Saat ini kelestarian Bambu laut telah terancam punah dikarenakan ulah masyarakat itu sendiri.

*

SitiAu lia S.Mansyur  (011.XVII.AB.183)